Header Ads

Jalan Cilamaya-Cikalong Dibiarkan Rusak Dan Bahayakan Nyawa Pengguna Jalan

KARAWANG - Ruas jalan antara Cilamaya-Cikalong, Kecamatan Jatisari, sudah satu tahun terakhir ini dibiarkan rusak. Jalan sepanjang lebih kurang 8 Km tersebut bergelombang. Bahkan di sejumlah titik banyak terdapat lubang yang membahayakan pengguna jalan.

Pada 2016 lalu, perbaikan yang dilakukan Dinas Bina Marga dan Pengairan (sekarang menjadi Dinas Pekarjaan Umum dan Penataan Ruang) hanya bersipat varsial. Hanya satu titik ruas jalan yang ditingkatkan kualitasnya dengan cara dicor.

Sementara bagian jalan lainnya, hanya ditambal alakadarnya, sehingga ketika badan jalan itu diguyur air hujan, lubang kembali menganga di mana-mana.

“Sudah satu tahun kami menunggu perbaikan jalan ini. Tetapi hingga tahun anggaran berakhir, jalan ini dibairkan rusak seperti ini,” ujar Mario, warga Desa Jatiragas, Kecamatan Jatisari, yang rumahnya persisi berada pada ruas jalan yang rusak itu, Minggu (29/1).

Menurutnya, kecelakaan lalu-litas sering terjadi pada ruas jalan tersebut. Kendaraan bermotor kerap terpelanting saat menerjang jalan berlubang yang tertutup air hujan. Bahkan, lanjut Mario, tabrakan antara kendaraan roda empat dengan roda dua nyaris terjadi tiap pekan. Para pengendara sering menghindari lubang jalan secara mendadak, tanpa memperhatikan kendaraan lain yang melintas di depannya.

Menurutnya, kerusakan jalan tersebut telah terjadi sejak satu tahun silam. Awalnya warga bersabar menunggu perbaikan jalan itu. Mereka mengira proses perbaikan masih sedang ditempuh oleh aparat terkait. Namun, setelah tahun berganti, ternyata perbaikan jalan tak kunjung dilakukan. “Kami merasa heran, karena kabarnya anggaran untuk perbaikan jalan yang disiapkan Pemkab Karawang sangat besar. 

Tetapi mengapa kerusakan ruas jalan Cilamaya-Cikalong dibiarkan berlarut-larut,” kata Mario.
Hal senada dikatakan, Unen, warga Desa Cicinde, Kecamatan Banyusari. Unen mengaku harus melintasi jalur tersebut setiap hari karena dia berjualan ikan pindang di Pasar Cikampek. Menurutnya, jalur Cilamaya-Cikalong merupakan jalur ekonomi masyarakat yang selalu ramai dilintasi kendaraan selama 24 jam. “Setiap hari ribuan warga melintasi jalur itu untuk bekerja di pabrik atau berdagang ke wilayah Cikampek,” katanya.

Disebutkan, warga sebenarnya merasa tidak nyaman ketika melintasi jalur tersebut. Mereka merasa was-was mengalami kecelakaan lalu-lintas karena badan jalan dipenuhi lubang besar. Semula warga mengira kekhawatirannya tidak akan berlangsung lama, karena jalaur tersebut bakal segara diperbaiki Pemerintah Kabupaten Karawang, Namun, setelah satu tahun lebih jalan tak diperbaiki, warga mulai gelisah.

Mereka bahkan, berencana berunjuk rasa agar jalan di daerahnya bisa diperhatikan Pemkab Karawang.

“Sugan kudu unjuk rasa heula, ngarah jalan dibenaran (Kayanya kami harus berunjuk rasa terlebih dahulu agar jalan ini diperbaiki,” kata Unen dengan logat Sunda yang kental. Sebelumnya, Kepala PUPR, Acep Jamhuri pernah mengatakan, perbaikian jalur Cilamaya-Cikalong telah masuk dalam program pembangunan 2016.


Hanya saja, saat itu perbaikan belum bisa dilakukan karena saat ini baru memasuki tahap lelang pekerjaan. Akan tetapi, hingga tahun anggaran 2016 berakhir, perbaikan jalur tersebut hanya terealisasi sebagian kecil, mungkin hanya sekira 20 persen. Selebihnya masih dibiarkan rusak. (PE)
loading...

No comments