Debit Air Waduk Cipancuh Mulai Normal, Petugas Tetap Siaga 1
INDRAMAYU – Sempat
over kapasitas hingga mencapai 8,7 juta kubik (m3) , volume Waduk Cipancuh
mengalami penurunan menjadi 5,7 juta kubik, Minggu (5/2). Penurunan terjadi
seiring turunnya intensitas hujan beberapa hari terakhir.
Dibarengi dengan
pelepasan air melalui tiga titik pintu, debit air waduk yang terletak di Desa
Situraja, Kecamatan Gantar, itu pun berangsur normal. “Sehari tidak hujan saja,
susutnya cepat. Sekarang Alhamdulillah sudah mulai normal,” kata Pengamat
Sungai dan Irigasi Waduk Cipancuh, Kanto.
Meski demikian,
lanjut dia, semua petugas tetap siaga siang malam untuk memantau fluktuasi air
waduk. Setelah sempat kelebihan air, kini tugas utama adalah menjaga agar
volume air tetap normal.
Sebab dalam waktu
dekat diperkirakan petani penerima manfaat dari waduk Cipancuh akan segera
memulai musim tanam. “Sekarang sudah beberapa desa mulai panen raya. Setelah
itu tanam lagi, air waduk diatur supaya ke depan bisa tetap mencukupi kebutuhan
petani untuk tanam padi kembali,” terang Kanto.
Teknis yang dilakukan
adalah dengan memperkecil jumlah air yang keluar di kisaran 900 liter per detik
untuk mengisi lima saluran. Yaitu saluran Cipancuh, Sarjambe, Kiarakurung,
Nambo dan Lajem.
Sebelumnya ketika
volume waduk di atas normal, air yang dilepas mencapai 29 kubik per detik.
“Kini dilakukan penghematan. Tapi kalau over tinggi lagi ya kita lepas
banyak-banyak airnya,” tandas dia.
Keberadaan waduk
Cipancuh ini, memang menjadi solusi kebutuhan air areal 6.314 sawah yang
mayoritas tadah hujan. Pasalnya, kendati sudah memasuki musim penghujan, petani
di 4 kecamatan yaitu Gantar, Haurgeulis, Kroya dan sebagaian Anjatan masih
kesulitan air.
Sebagian besar areal
persawahannya tidak terdapat irigasi teknis. Bahkan, ketika musim kemarau,
beberapa penduduk sekitar waduk memanfaatkan dasar untuk bercocok tanam.
Permukaan tanah yang
tetap lembab menjadikan area di pinggiran waduk tetap subur dan cocok untuk
kegiatan pertanian. (RADAR INDRAMAYU)
loading...

Post a Comment