Ridwan Kamil Ke KPK Minta Bandung Meniru Sistem Pencegahan Korupsi dari Surabaya
Bandung - Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Kota Bandung meniru sistem pencegahan
korupsi di beberapa wilayah yang dianggap baik, seperti Surabaya.
Hal itu dikatakan Ketua Satgas Koordinasi Supervisi
Pencegahan KPK, Asep Rahmat Suwandha saat bertemu dengan Wali Kota Bandung
Ridwan Kamil, di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Kamis (9/2/2017). Menurutnya
Surabaya sudah memiliki sistem perencanaan anggaran yang sudah terintegrasi.
"Kami minta aplikasinya, lalu kami bagikan ke wilayah lain agar bisa
ditiru. Nah salah satunya Kota Bandung," ungkap Suwandha.
Suwandha mengatakan Pemkot Bandung memang sudah banyak
memiliki aplikasi yang bisa mencegah adanya tindakan korupsi dalam pelaksanaannya.
Namun, di antara ratusan aplikasi itu, belum semuanya terintegrasi.
"Jadi yang belum terintegrasi itu, kita dorong untuk
bisa terintegrasi juga. Sehingga perlu contoh yang sudah berhasil minimal dua
tahun berjalan," kata Suwandha.
Sementara itu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menerima
masukan dari KPK tersebut. "Jadi kota-kota di Indonesia yang bagus-bagus
(sistem) untuk dipelajari seperti Sidoarjo, Siak, Surabaya. Nah sistem itu copy
dan ditularkan seluruh Indonesia," ungkap Emil.
Ia menyatakan pemberantasan korupsi tidak hanya terdapat
instrumen penindakan saja. Melainkan yang terpenting ialah membuat sistem
mencegah sebelum praktik korupsi itu terjadi.
"Bagi mereka (KPK) korupsi itu bukan sekedar
drama-drama operasi tangkap tangan (OTT) di ujung, tapi juga baiknya membuat
sistem sebelum itu terjadi," ucap Emil.
Selain memberikan masukan soal sistem pencegahan, KPK juga
akan membantu mengawasi sistem yang sudah ada di Kota Bandung. Baik yang sudah
terintegrasi maupun belum terintegrasi.
"Intinya KPK itu jadi komentator dan awasi sistem pak
wali di sini blong disana kurang integtiras dan sistem yanga kami bangun agar
gak kecolongan," kata Emil. ( detikNews )
loading...

Post a Comment