Tiga Kandidat Cagub-Cawagub DKI Minta Kasus KTP Ganda Dituntaskan
Jakarta - Isu
beredarnya Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu atau ganda kembali ramai dibicarakan
jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 15 Februari mendatang. Tiga
kandidat pasangan Calon Gubernur (Cagub)- Wakil Gubernur (Cawagub) meminta
pemerintah tegas mengusur tuntas beredarnya KTP palsu dan ganda tersebut.
Cagub nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
mengatakan, dirinya bersama tim sudah memberikan laporan dan masukan kepada
Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta terkait beredarnya KTP palsu dan ganda
itu. Menurutnya, hal tersebut sangat mencederai demokrasi yang sudah berjalan
baik.
Putra Sulung presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
itu berharap, agar laporan tersebut diperhatikan agar tak ada noda dalam Pilgub
Jakarta nanti.
"Ada laporan dari masyarakat. Kalau masyarakat tak
dipercayai, percaya sama siapa kita? Besar harapan kami, laporan tersebut
diatensi. Sehingga kecurangan bisa kita cegah," kata AHY di kawasan
Jakarta Selatan, kemarin.
Sementara itu, Cawagub nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat
menyerahkan semuanya kepada KPU DKI perihal beredarnya KTP palsu dan ganda
belakangan ini. Bahkan, dia meminta, agar pihak kepolisian segera menindak
penyebar adanya KTP palsu dan ganda tersebut.
Menurut mantan Wali Kota Blitar ini, Pemerintah harus tegas
agar tidak menibulkan opini yang sesat. Dia menduga, ada pihak yang tengah
berupaya membangun opini tertentu dengan menyebarkan isu terkait e-KTP ganda.
"Kami dan relawan akan terus mengawal dan mendata warga
yang belum mendapatkan hak pemilih," katanya.
Senada dengan Djarot, Cagub nomor urut 3, Anies Rasyid
Baswedan meminta, agar KPU DKI mengusut tuntas kasus KTP ganda. Namun, hal yang
harus direspon cepat oleh KPU dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk
dituntaskan adalah masalah pemilih dengan surat keterangan (Suket).
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini
menilai, verifikasi Suket saat ini tidak melalui level RT/RW, melainkan
langsujng ke kelurahan.
"Pilkada Jakarta disaksikan bukan hanya warga Jakarta,
tetapi seluruh masyarakat Indonesia. Proses verifikasi seharusnya dilakukan
bertahap mulai dari tingkat rusun hingga kelurahan. Jadi, KTP ganda kita bisa
cek mudah dengan data yang ada di tiap kelurahan. Tapi yang susah kan, yang
surat keterangan ini," bebernya.
Sementara itu, Wakil Ketua Tim Pemenangan pasangan nomor
urut 3, Anies-Sandi, M Taufik menuding, Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil
(Dukcapil) DKI Jakarta lah yang mengacaukan Pilkada DKI Jakarta dengan adanya
KTP palsu dan ganda tersebut.
Hal itu, kata Taufik diawali dari adanya penyisiran daftar
Pemilih Tetap (DPT) yang dilakukannya bersama KPU DKI dari 8,4 Juta menjadi 7,1
Juta. Penyisiran tersebut salah satunya karena KTP ganda.
"Dukcapil DKI itu amburadul datanya. Jangan melihat
gambar KTP di medsos lalu semua disamaratakan hoax. Kami saja saat ini sudah
menemukan sekitar 184 KTP ganda dan sudah kami laporkan," tegasnya. (Sindo
News.com)
loading...

Post a Comment